Edukasi di mata Negara

Dalam beberapa sumber menjelaskan bahwa pengertian edukasi merupakan proses pembelajaran yang memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi dalam konteks untuk mewujudkan proses pembentukan individu yang lebih baik.
Foto koleksi pribadi educenter tentang Edukasi di mata negara
Awal pembentukan karakter dimulai dari proses belajar mengajar, kegiatan ini merupakan edukasi secara formal yang diterapkan di seluruh negara
khusus nya Indonesia  (©Fawzy Maulana).



Secara abstrak, edukasi dapat juga disebut sebagai pendidikan yang bermakna sebuah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar secara aktif untuk mengembangkan potensi diri dengan memiliki kekuatan spiritual mengenai ilmu keagamaan, control dan pengendalian diri, pembentukan kepribadian, peningkaan kecerdasan, menjadikan perilaku berakhlak mulia, serta aneka keterampilan yang diperlukan baik secara formal maupun informal.
Baca juga: Hal positif yang bisa kamu lakukan di Hari Valentine 
Tujuan dilakukannya sebuah edukasi kepada peserta didik maupun kepada manusia di antaranya: 
  • Memberikan pengetahuan yang luas, 
  • Mengembangkan kepribadian manusia menjadi lebih baik, 
  • Menanamkan nilai positif bagi manusia, dan 
  • Mengembangkan bakat serta talenta agar bertransformasi menjadi individu yang berkarakter. 

Peran Edukasi pada Negara
Dalam konteks berbangsa dan bernegara, peran pusat edukasi atau educenter sangatlah besar untuk mencetak generasi penerus pemimpin bangsa, dimana tantangan dan perubahan zaman sangatlah cepat berganti. Di mana pendidikan menjadi pilar kehidupan merupakan hal yang penting dan patut untuk diperbincangkan di era masa kini. Betapa pentingnya pendidikan bagi seluruh putra putri bangsa ini. 
Keterbatasan moral, sikap yang kian luntur akan pengaruh globalisasi yang kian menyerbu dan terus datang tiada henti. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin meningkat seiring majunya zaman, menuntut agar untuk lebih fokus terhadap pendidikan dan senantiasa meningkatkannya. Pendidikan adalah Pondasi bagi kemajuan sebuah bangsa. Sumber daya manusia yang akan mengatur, dan mengolah sumber daya alam yang ada.
Menurut Prof. Daoed Jusuf sebagai mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, Pendidikan merupakan kunci untuk kemajuan suatu bangsa. Tidak ada bangsa yang maju, yang tidak didukung pendidikan yang kuat”. 

Seyogianya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi nomor urut pertama dalam skala prioritas dalam sebuah Pemerintahan Republik Indonesia.
Sebagai contoh ketika dalam perang dunia ke-2 bangsa Jepang dibom atom oleh sekutu di Hiroshima dan Nagasaki, yang dihitung pertama kali adalah berapa banyak guru yang selamat BUKAN jumlah tentara yang tewas, hal ini mencerminkan bahwa bangsa Jepang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan. Dan setelahnya hal yang pertama dibangun adalah edukasi, bahwa Jepang adalah Negara yang kalah perang sehingga harus kerja keras (Bushido) agar mampu mensejajarkan diri dengan bangsa lain di dunia.

Dari penjelasan di atas, jika diistilahkan bisa menjadi one stop education of excellence, bahwa di mana pendidikan adalah poin penting bagi negara dan bangsa. Karena pendidikan memiliki peranan sebagai educenter.
Foto koleksi pribadi educenter tentang Edukasi di mata negara
"Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab bersama tak terkecuali para profesional muda di bidang nya bisa ikut turun tangan dalam proses belajar mengajar ini demi masa depan bangsa yang lebih baik" (©Fawzy Maulana).

Faktor-Faktor Peranan Edukasi
Paradigma pendidikan harus dibangun jauh ke depan seperti yang telah dilakukan oleh bangsa Jepang, dari bangsa yang kalah perang menjadi bangsa yang maju peradabannya. Selain itu, paradigma yang dibangun pun harus mampu mengamati dan memecahkan persoalan dan tantangan yang akan dihadapi ke depan.

Faktor kualitas pendidikan yang mempengaruhi majunya peradaban bangsa : 
  1. Kualitas Sarana Fisik
  2. Kualitas Tenaga Pengajar (Guru)
  3. Terjaminnya Kesejahteraan Tenaga Pengajar (Guru)
  4. Meningkatnya Prestasi Siswa
  5. Pemerataan Kesempatan mengenyam pendidikan
  6. Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan Terkini
  7. Biaya Pendidikan Yang Terjangkau

Edukasi yang terstrukur ditunjang dengan kualitas yang memadai akan menjadikan sebuah kualitas terpercaya dari sebuah sistem pendidikan dimana permasalahan yang kerap melanda dunia pendidikan secara harfiah dan lumrah dapat di kendalikan secara sistematis. Solusi mengendalikan kegagalan dalam sebuah sistem pendidikan disuatu bangsa dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara sistemik dan cara teknis. 

Solusi sistemik adalah sebuah solusi yang mengubah system social yang berkaitan dengan system pandidikan, yang mana erat kaitannya antara system pendidikan dan system ekonomi yang diterapkan. 
Solusi teknis adalah solusi yang menyangkut hal – hal teknis dalam proses pembelajaran yang terkait langsung dengan pendidikan dan pelaku dalam sebuah system pendidikan, seperi kemampuan mengajar guru dan interaksi siswa.
    Foto koleksi pribadi educenter tentang Edukasi di mata negara
    "Hingga pada akhir nya para generasi penerus mampu memajukan peradaban bangsa Indonesia kedepan dengan lebih baik"(©Fawzy Maulana).
    Dalam penerapannya, tidaklah mudah menerapkan berbagai macam solusi untuk aneka macam permasalahan yang terjadi dalam rangka untuk memajukan peradaban suatu bangsa. Keberpihakan dan kemauan pemerintah dalam memberikan pengayoman dan prioritas untuk membenahi system pendidikan yang akan berimplikasi pada majunya peradaban bangsa.

    Faktor Lain dari Edukasi
    Faktor lainnya dalam kemajuan sebuah bangsa yang merupakan hasil dari edukasi yang baik, adalah keterlibatan masyarakat untuk peduli terhadap pola pendidikan terbentuk secara alami melalui karakter yang akan menjadi sebuah identitas bangsa. Semua lapisan masyarakat harus ikut turut andil dalam proses pembentukan identitas bangsa, karena kemajuan bangsa ditentukan bagaimana karakter masyarakatnya. 

    Masyarakat memegang peranan penting dalam proses tersebut, dikotomi baik dan salah bukanlah sebuah tolak ukur yang dapat dijadikan parameter terhadap keberhasilan maupun kegagalan sebuah system pendidikan. 
    Karena jika kesadaran masyarakat sudah tinggi akan mencetak sebuah generasi yang berpendidikan begitu pun sebaliknya, karena tolak ukurnya adalah bagaimana edukasi yang di enyam oleh masyarakat dalam kehidupan berbangsa menjadi lebih baik dari waktu ke waktu sehingga identitas sebuah bangsa tidak perlu lagi dipertanyakan ketika masyarakat sudah meningkatkan kualitasnya maka kemajuan peradaban sebuah bangsa hanyalah persoalan waktu.

    #educenter

    Masukan email anda untuk menjadi pengunjung setia Catatanfawzy.com:

    14 Responses to "Edukasi di mata Negara"

    1. saya setuju banget mas fawzy pendidikan adalah hal yang bersifat wajib, namun kenapa akhir akhir ini pendidikan kita sedikit tercoreng oleh beberapa oknum pelajar yang bisa di bilang"brutal" ya mas? padahal disekolah kita diajarkan etika dan sopan santun.

      semoga saja dengan ada nya peristiwa ini, kita sama sama sadar dan berharap pendidikan kita lebih baik kedepan nya lagi ya mas

      ReplyDelete
      Replies
      1. Saya elus dada mas baca berita itu, udah honorer tapi resiko nya besar.

        kalau aku sendiri nanggepin nya sebagai anak muda mungkin mereka merasa berada di fase yang ingin menunjukan jati diri aja sih, merasa pengen diakui. sebenarnya tidak masalah cuma untuk kasus ini aku rasa tersangka memiliki kecenderungan berperilaku menyimpang.

        Doa saya pun sama mas, semoga tidak ada kasus seperti ini terulang kembali.

        Delete
      2. bener juga sih mas sakit nih anak kayanya, ya kali di sekolah ngga diajarin sopan santun sama orang yang lebih tua.

        lagian kan guru juga orang tua kedua kita ketika disekolah, masa sampe tega murid pukulin guru nya sendiri.

        Delete
      3. Yup sama seperti yang aku bilang diatas kalau anak muda memang lagi pengen nyari jati diri.

        cuman untuk kasus ini sepertinya memang ada masalah pribadi, karena aku baca berita kalau lokasi lingkungan sekolah bukan daerah yang keras atau radikal. sehingga disimpulkan kalau anak ini memiliki perilaku menyimpang dari murid lain seusiannya.

        Delete
    2. guru memang layak disebut pahlawan, tapi sekaran banyak yang nggak bisa hormatin pahlawan tersebut, apalagi mereka yang dimanja sama ortu mereka

      ReplyDelete
      Replies
      1. Coba mulai dari kita yuk mas Affi, bantu sebarkan saudara kita yang masih sekolah untuk lebih sayangi guru, ingatkan kembali ke mereka untuk menghormati ketika gurumu sedang menjelaskan di depan kelas, karena dengan begitu mereka akan merasa bahwa apa yang mereka ajarkan itu dihargai oleh muridnya.

        karena sejatinya seorang guru tidak menuntut apapun kepada murid-murid nya, mereka hanya pengen melihat muridnya menuntut ilmu dengan baik darinya dan mengamalkan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.

        Delete
    3. Pendidikan formal memang wajib khusus nya Indonesia yang mewajibkan sekolah wajib 12 tahun, tapi apakah sudah efektif ya mas?

      soalnya aku banyak denger dari temen-temen ketika mereka merasa bahwa jurusan di mana belajar ia sekarang adalah tempat yang tak cocok untuk memenuhi passion dan bakatnya.
      Apa yang salah ya mas? atau ada yang perlu dirubah sistem pendidikan kita?

      btw thanks for sharing ya mas, suka banget tulisan dari mas fawzy, Sukses !

      ReplyDelete
      Replies
      1. Terima kasih ya Ka Rini untuk selalu berkunjung dimari, sukses buat tulisan nya mba Rini yang selalu keren. #hope Kapan ya bisa kek blog nya Mba Rini :(

        Kalau menurut ku pribadi kembali lagi ke fungsi tujuan pendidikan KBM di Indonesia sebagai kegiatan yang mendasari tiga aspek dasar yaitu pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Sehingga diharapakn dari sistem KBM saat ini dapat melahirkan para lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman, kemampuan penerapan tapi juga memiliki ketrampilan yang memadai dimasa mendatang.

        Haha untuk fenomena satu ini kek nya banyak dialami bagi yang mau masuk jurusan atau Unversitas ya, kalau aku sih semua keputusan ada ditangan kita. Tetap mengejar dan meraih mimpi masa lalu kita untuk masa depan yang sudah kita rancang dengan semua konsekuensi yang ada sih Mba.

        Delete
      2. iay bener fenomena byk buat para lulusan sma sederajat yang lagi cari tempat kuliah. bingung mau ke jurusan apa. salah pertimbangan, salah keputusan. alhasil byk yg berhenti d jalan, pindah jurusan, bahkan berenti. hehe... ini seputar kematangan dalam mempertimbangkan sih, plus tenaga pendidik mungkin bisa lebih mengarahkan ke siswa biar siswa benar-benar bisa tahu mau kemana selepas kelulusan. hehe

        Delete
      3. Betul ka Rini, karena Semakin bijak seseorang maka semakin banyak pertimbangan yang ia hitung, maka pilihan pun bisa jadi berubah.

        Kalau aku sendiri memaknai nya "aku ngga keliru" karena banyak rencana indah dari Tuhan yang akan datang.

        Delete
    4. Mas Fawzy itu hasil foto sendiri kah? Kok bagus sih.

      Btw thanks for sharing gan, suka banget setiap baca artikel dari pengalaman pribadi mas fawzy, sukses!

      ReplyDelete
      Replies
      1. Betul mas alba, semua foto dalam artikel dan sebagian besar dalam blog ini adalah hasil jepretan pribadi mas :)

        terima kasih banyak ya, segera aku update cerita selanjunya deh.

        Delete
    5. Kalau ngomongin pendidikan apalagi di Indonesia memang banya topik yang bisa kita diskusikan ya mas.

      Penting nya pendidikan bagi negeri memang sangat vital, tapi kadang saya binggung kenapa banyak orang justru saat ini justru banyak yang ingin mengenyam pendidikan di luar negeri, apa memang kualitas pendidikan kita memang "buruk" sehingga banyak yang berlomba untuk bisa sekolah / kuliah di luar negeri ya mas ?

      ReplyDelete
    6. Melihat fenoma sekarang seperti nya pelajaran yang menyangkut kewarga-negaraan, pendidikan Pancasila serta pendidikan moral harus makin ditingkatkan. Karena dari pendidikan apalagi sekolah dasar dituntut mampu menciptkan generasi penerus bagi sebuah negara untuk dapat mempertahankan keutuhannya.

      ReplyDelete